Rhapsody Biru

Hening dan malam
Akankah air menetes jatuh
Dari ujung kelopak
Yg basah oleh hujan

Bertemu angin yg tega
Mengibar tudung yg lesu
Menunduk bersama wajah
Yg terpejam lesu

Bahwa kasih tak selamanya
Canda dan tawa
Tapi basah dan perih
Seperti bayi yg menangis, bahagia

Namun malam hanyalah hitam
Merangkum dalam kakinya
Bayang-bayang malu
Yang berdesir oleh lampu

Bukankah tangisan itu datang
Saat mendung menggelayut
Hitam dalam hati yang terdesak
Keluar, keluar, keluar!

Maka biarkanlah anak sungai itu
Berlarian di bawah gerimis
Hujan yang menyapu wajah
Basah, sedih dan sendiri

Mungkin ku tak mengerti
Alpa, abai dan tanpa hati
Mungkin hadirku hanya hinggapan
Kecil di nanti

Semisal air yang berlalu
Pergi tercerap selokan mampat
Dan perlahan menggenang, kemudian
Hilang kala hujan lunglai

Mungkin pula akulah sang bayi
Yang tak pernah tahu arti tangis dan tawa
Karena hanya ada gejolak yang membuatku begitu
Lalu hujan turun dan air matamu jatuh

Seumpama rhapsody yang menggelora
Merajamku dalam balutan bahagia
Menarik kalbuku ke dalam ekstase hampa
Dan menarik mata hatiku, menangis.

Bukan ungu yang membunuh
Atau putih yang membeku
Tapi biru yang menderu
Haru memburu

Bukan aku
Bukan kamu
Atau mereka
Tapi Dia, kau dan aku tahu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar