Orgasme intelektual

Sudah kubilang, tinggalkan saja intelektualitas itu. Ini abad 21, intelektualitas cuma peninggalan tahun 90-an. Sekarang orang-orang lebih suka membicarakan hal-hal ringan semata, bukan teori-teori muluk para filsuf, yang kemudian dibajak dan didiskusikan dengan pop di lembaga-lembaga orang aneh.

Dangkal, kau tahu artinya?

Tak mengenyangkan dan menghilangkan rasa haus sama sekali. Hanya ada sihir Fesbuk yang berisi status-status bodoh. Ucapan orang-orang yang isinya hanya tetek bengek sialan belaka.

Kau tahu, betapa aku rindu

pada diskusi-diskusi hangat yang membuat nalar-nalar otakku berjalan. Dan kepuasan hatiku terhadap pertanyaan-pertanyaan tanpa ujung mengalir.

Di bumi yang artifisial dan penuh kepalsuan ini, di mana lagi bisa kudapatkan kedalaman, kemegahan, dan ketadabburan!

Yang memalingkanku dari batang tubuh ini. Yang hina, aneh dan keparat.

Aku butuh orgasme intelektual!

6 komentar:

  1. maafkan aku, bila tak mampu memberimu kepuasan, karena aku hanya memiliki kedangkalan... :(

    woi, janganlah marah-marah, puasa ini... ntar batal lho, hehehe... :D

    BalasHapus
  2. klo udah Vizon aja ga mampu memberi kepuasan, apalagi aq :P

    hwehehe, iya ni Da, lagi senewen dia, jangan2.... pas lagi dapet nich... :D

    cheers ^.^

    BalasHapus
  3. hmmm memang FB itu isinya dangkal. kalau aku pasang status yg agak serius, malah nggak ada yg komentar. jadi, tetaplah menulis yg serius di blog ini mas :)

    BalasHapus
  4. @ Uda Vizon, engga marah kok. Cuma sedikit meradang. :)
    @ Dewi, iya. Lagi dapet radang neh. :p
    @ Yudi, wah bahaya tuh. :D
    @ Krismariana, thank you.

    BalasHapus
  5. salam kenal Om. Salam damai dari alumni Gontor Putri. hehe

    BalasHapus