Big Bang for The Buck

Akhirnya, jadi juga. Setelah sekian lama merencanakan dan sudah begitu kesal akibat kerja komputer yang teramat lambat, pagi ini saya install ulang seluruh sistem operasi di PC. Tidak ada yang sulit dengan tindakan ini, tapi berhubung terdapat datadata penting yang tidak mungkin diabaikan begitu saja, proses install ulang harus melalui beberapa proses penyortiran terlebih dahulu. Langkah pertama, membeli UFD ukuran sedang, 4GB, sebagai storage sementara. Kemudian memindahkan berkasberkas penting kedalamnya, lalu format dan install.

Sistem operasi yang saya pasang adalah Windows XP SP2, sehingga bisa mencopot beberapa komponen bawaan Windows. Browser tetap menggunakan Mozilla Firefox 3.0.4, e-mail Thunderbird 2.0.0.16, photo viewer dengan Picasa 3, antivirus dan firewall Norman. Semuanya didapat dari DVD CHIP edisi Desember 2008 kemarin. Sebenarnya juga tidak ada yang berubah dari konfigurasi PC yang baru ini. Semua masih menggunakan mesin lawas Athlon XP 1600+, dengan memory DDR 256 + 512 MB Kingston. Hardisk masih Seagate Barracuda 80 GB PATA. Ada satu hardisk lagi, tapi sepertinya defect dan masih nganggur di dalam casing. VGA GeForce Fx 5200 , beli setahun yang lalu seharga tiga ratusan ribu, menggantikan ATI Radeon 9600 yang sewaktu merakit pada tahun 2004 silam berharga 1,3 juta. Sekarang, saat googling harganya cuma 300 ribu. Berarti defisit 1 juta rupiah atau 250 ribu setahun. Lumayan.

Kompi ini adalah pc kedua saya. Sebelumnya menggunakan sistem Intel Celeron dengan memori 128 MB dan hardisk 20 GB. Tetangga yang merakit. Waktu itu masih gatek bangat. Dan sebagai pembalasan, pc pertama itu jadi korban keisengan saya mengotakatik barang. Hasilnya, lebih dari 20 kali install ulang sistem operasi, dari mulai Windows 98, 98 SE, Millenium Edition, 2000 dan Linux Mandrake. Terkahir, waktu XP muncul, saya coba sekali tapi karena tidak kuat saya ganti lagi ke Windows ME. Benarbenar penasaran saja. Empat tahun kemudian, sistem ini mati total. Mungkin power supply, chipset motherboard, atau.. entahlah. Pastinya saya punya alasan untuk membeli PC baru. Dan setelah mengajukan anggaran yang tepat dengan alasan membuat skripsi, berangkatlah ke Mangga Dua 'hunting ria' komponen komputer dengan spesifikasi budget gaming!

Setelah beres, mulailah hardisk saya yang defect tadi dijejali berbagai permainan, mulai GTA, Morrowind, KONAMI PES 2, Mafia, Max Payne 2, Railroad Simulation 2006. Benarbenar mesin gaming yang tangguh, sampai kemudian mulai munculah bercakbercak aneh di layar komputer. Rupanya VGA ATi-nya rusak. Tapi tidak saya gubris. Baru kemudian sistem tidak stabil, dan Power Supply mati. Terpaksalah ganti dengan komponen yang baru. Yang saya sesali waktu merakit sistem ini adalah keputusan saya menggunakan chipset SiS, yang ternyata sangat lambat. Dan kemungkinan besar, ia kurang kompatibel dengan Ati Radeon. Saya bahkan hingga dua kali kembali ke toko guna menukar graphic card tadi. Benarbenar bikin kesal! Meskipun demikian, ada keputusan lain yang begitu saya syukuri. Saya menggunakan Logitech untuk keyboard dan mouse dan setelah lebih dari empat tahun, kedua benda itu masih awet dan responsif. Begitu halnya dengan Monitor SPC 15" yang meski telah diservis berkalikali dan berganti IC, masih juga kuat menemani hingga 8 tahun! Satusatunya barang "mewah" yang menemani PC jadul ini hanyalah speaker Klipsch Promedia 2.1, suaranya bulat dan mantap, meski kadangkadang sember ( saya rasa berhubungan dengan audio output motherboard yang sudah soak ).

Usai menginstall ulang, saya malah berpikir untuk mengganti sistem ini bila kemudian mati total lagi. Coratcoret sebentar, jadilah spek sebagai berikut:

  1. Athlon64 X2 5000
  2. Corsair Twin2x2048 PC 6400
  3. Enlight 450 watt
  4. Biostar 790GX XE Full Capasitor
  5. Sapphire HD 4830 512MB 256Bit GDDR
  6. Samsung LCD 17" 743NX
Pilihan saya masih pada AMD, karena perbandingan kinerja dan harga yang seimbang. Selain itu, sistem AMD saat ini ternyata jauh lebih dingin daripada sistem Intel. Dengan Chipset terbaru 790G ditambah ATi Radeon 4830 PCIe, dan monitor LCD Samsung, jadilah cukup bertenaga menangani gamegame baru maca Crysis dan Farcry2 tanpa menimbulkan panas yang tinggi. Karena tidak terlalu boros, maka penggunaan PS 450 Watt sudah mencukupi. Terakhir dengan dual channel DDR total 2GB, lumayanlah  bertenaga. Kalau ditotal, keseluruhan sistem baru ini, ditambah beberapa komponen dari sistem lama memiliki harga: 6 juta rupiah. Tapi itu bukan harga mati. Tinggal coret VGA dan Monitor LCD, harganya bisa turun hingga 3 juta. Bahkan, kalau tidak diperlukan, PS Enlight juga gak dibeli, sehingga bisa seharga 2 jutaan saja. Asyik kan.

Ah, daripada berkhayal, lebih baik langsung mencoba kinerja PC lawas pasca install ulang. Ups, ternyata lumayan cepat dan responsif. Saya bahkan memainkan game Sid Meier's railroad tanpa patahpatah dan browsing lewat Firefox tanpa waktu tunggu yang lama. Yah, kalau yang lama masih bisa, buat apa beli baru. Kalaupun harus beli baru, setidaknya mesti memenuhi motto saya yang paling utama: Big bang for the buck! Seimbang antara harga dan kinerja. Yeah! Let's surf!

3 komentar:

  1. hah????!
    nggak ngeh blasss.... he3...

    ada masalah sm kompi en the gang, instal ulang, panggil aja pak Yono, teknisi di kantor... beress :D

    BalasHapus
  2. gw gak yakin dg kinerja BIOSTAR.
    Memory-nya min. 1 GB aja. Merk standar kayak VGEN jg boleh.
    Processor yg penting Athlon64 tp ga usah yg setinggi 5000-an.
    Casing & power supply yg murah meriah aja yg penting 400-an watt.
    Jgn lupa UPS. Biar kompie lu awet :)

    Gw bukan gamer. jd saran gw drpd beli pc, mending beli laptop mungil yg bs dibawa-bawa meskipun processornya rendah :)

    BalasHapus
  3. @ Dewi, masa sih saya harus panggil pak Yono kalo kompi en gang lagi hang. Habis di biaya atuh.

    @ Sonny, Gw juga setuju dengan lo tentang BIOSTAR. Tapi coba kamu lihat sejarah tuh produsen, sejak 3 tahun yang lalu ia hampir selalu mengeluarkan produk untuk sistem AMD. Di Indonesia, ia yang pertama mengeluarkan board untuk Chipset 790 G. Asal tahu saja, ini onboard graphics dengan kinerja setingkat GPU kelas bawah. Jadi selain lebih hemat, juga tingkat panas yang dihasilkan sedikit. Cocok digunakan sebagai komputer multimedia atau office kecil. Tentang VGEN, saya punya 2 pengalamn buruk. Jadi ga bakalan deh :D.

    Athlon64 5000 itu lumayan hemat. Sekitar 600 ribu. Ada juga produk Athlon yang low voltage, hanya 45 watt (rata2 prosesor jaman sekarang hingga 120-an watt) lebih green, tapi agak mahal 800 ribuan. Coba bandingkan dengan produk Intel, dengan harga segitu paling dapat Celeron yang kinerjanya masih jauh dibawah Athlon. Gak tahu kalo nanti ada pemotongan harga, pastinya AMD juga ikut diskon kan.

    Laptop ya? Dulu pernah ngiler pengen punya, pas coba nentengnenteng pas ada presentasi produk, berat juga. Lagi juga, bagi saya keyboardnya terlalu kecil dan layarnya pelit, serta anti diutakatik. Usul gw, lebih baik digunakan beli PDA atau handphone canggih yang telah mendukung presentasi dengan proyektor. Jauh lebih mobile dan pastinya lebih cepat dari laptop soal urusan browsing. Nokia dengan symbian-nya lumayan bagus. Apa mo tunggu Androids masuk Indonesia?

    BalasHapus