Reuni Nasional Gontor

Pukul 9.43 tiba di Jakarta Convension Center bilangan Senayan, guna menghadiri Silaturrahim Nasional PM Gontor. Sedikit terlambat, maklum lagi kena detensi oleh bos di kantor. Hehhe.. padahal kemarin dipuji-puji tuh gara-gara growth sales rumah sakit yang lumayan tinggi, ternyata nasib manusia bisa berubah dalam hitungan menit ya. Gak sangka! Sonny sudah sms terus, ruparupanya dia gatal ingin mencoba memakai foto digital saya. Berlagak seperti wartawan lagi, Lintang, Lintang! :P Sampai di sana, ramai sekali. Waktu masuk dapat selebaran dari sponsor, plus jenang Mubarok yang sepertinya usaha milik seorang alumnus. KH. Syukri Zarkasyi sudah berapi-api ceramah mengenai Pondok dan lika-likunya. Tidak ada yang berubah tuh darinya, baik gaya bicara, cara penyampaian, dan selling skill yang kadang-kadang begitu personal. Cocok sih indoktrinasi macam begitu di pondok. Di sini, siapa yang tahu?

IMG_2144
IMG_2132IMG_2121
IMG_2108
IMG_2097
IMG_2099

Bukan Gontor namanya kalau tidak mengundang tokoh-tokoh nasional, semacam Din Syamsuddin yang merupakan ketua PP Muhammadiyah sekaligus alumnus Gontor, juga menteri Pendidikan Bambang Sudibyo, serta menteri Perumahan rakyat (siapa yah namanya, tapi pas berpapasan di pintu masuk, kok mukanya mirip MS Kaban) serta yang paling ditunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi ingat waktu nyantri, setiap kedatangan tamu penting, seluruh santri dijajar bahumembahu dari jalan masuk Pondok hingga ke gedung pertemuan membuat pagar betis. Kalau cuma menunggu 10 - 15 menit sih gak apa-apa, tapi kalau lebih dari itu? Jadilah terpanggang terik matahari, sedikit gosong dan betis pegel-pegel. Yang paling heboh itu waktu kunjungan B.J. Habibie dan Panglima TNI. Habibie tuh nyentrik, ke pondok aja pake naik helikopter, dua lagi. Satu diparkir di lapangan bola belakang gedung Indonesia, satu lagi terletak 1,5 km di luar area pondok. Para santri pada bengong waktu lihat tuh benda mendarat, mirip orang kampung. Hei, belum lihat helikopter mendarat kan? Kalau panglima TNI, Dua panser sudah siap sehari sebelumnya terparkir di samping rumah KH. Syukri Zarkasyi. Presiden? Kayaknya Habibie lagi, tapi kesibukan sudah mulai sehari sebelum kedatangan. Paspamres menyisir area BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) dan mencicipi makanan yang hendak disajikan. Repot juga punya tamu penting yah, yang pasti dapat jatah libur dadakan kalau ada tamu terhormat macam itu. Horee..

Sekarang giliran bertemu dengan kawan-kawan lama. Banyak juga yang tidak saya kenal, tapi ketika dua deret kursi penuh oleh kawan seangkatan, asyik juga yah, serasa kembali ke masa lalu. Ruparupanya mereka banyak yang sudah berkeluarga, bahkan ada yang sudah punya dua anak. Dan jadilah gua sama Sonny shigor abadi yang bengang-bengong, dasar jomblo! Ada yang jadi caleg dari PPP, ada yang jadi kiyai, ada yang pulang dari Yaman jadi sesepuh, banyak yang jadi guru, kerja di asuransi, atau PJTKI, ada juga yang masih "pengacara". Beda-beda yah nasib orang. Eh, Furqon mau nikah tuh bulan depan. Selamat deh, satu lagi shigor tulen yang akhirnya menikah. Suasananya benar-benar cair, hingga berisik sekali jadinya, waktu lihat ke panggung kelihatannya pimpinan Pondok geleng-geleng kepala melihat kelakuan alumninya. Maaf ustadz gak biasanya sih kumpul-kumpul seperti ini. Karena terlalu antusias, malah jadi lupa foto-foto. Tuh, masak gua difoto pas sedang membalikkan badan. Curang juga nih Sonny, padahal gua foto lu punya aksen ok banget tuh.

IMG_2138
IMG_2148
IMG_2130
IMG_2140
IMG_2149

Setelah makan siang dan shalat Dzuhur, akhirnya pulang lagi kerumah. Huh, reunian yang ramai. Tapi sepertinya saya kok malah ga terlalu menikmati ya. Daripada pusing menjawab pertanyaan tadi atawa menunggu SBY datang, mending juga pulang ke rumah. Cukuplah mereka tahu, bahwa saya datang dan nama saya tercantum di database alumni. Klik sini untuk melihat reportase langsung Sonny Ayo Gontor, terus maju!

6 komentar:

  1. Thank you untuk laporan pandangan matanya. lengkap dengan foto lagi. saya tertarik datang, tapi ada kawinan adik. berapa orang kah yang datang?

    BalasHapus
  2. Wah, maaf nih, ga sempat ngitung :P Tapi sebagai gambaran, ballroom Cendrwasih tuh terisi penuh, cuma ya itu, biasalah semuanya keluyuran cari teman-teman semarhalah. Sedangkan di ruang pameran juga terisi manusia yang jumlahnya hampir sama dengan yang ada di dalam. Untuk makan siang saja sampai disediakan tenda tersendiri di luar gedung, antisipasi pengunjung yang membludak. Sayang tidak ikut hingga akhir, padahal ada SBY tuh. Mo lihat pandangan alumni terhadap beliau. Hee..

    BalasHapus
  3. thanks laporannya bro...
    mudah2an acara ini tidak menjadi ajang "pemanasan" jelang 2009 ya, hehe...

    BalasHapus
  4. Bro, buat novel dong...
    Tulisan antum mengalir tuh...
    Enak dibaca...
    Masa kalah sama Andrea yang sekolah di kampung....
    He he...
    Kita juga sekolah di kampung ya?

    BalasHapus
  5. Ngabsen temen2 yang pada nongol di foto wan; Helmi Thobl, Jamiluddin, Ujang Mulyana, Alfi Syahrin, Aryo dan yang laen lupa nama tapi inget wajah... sapa aza tuh ya????

    BalasHapus
  6. salam.

    hi, himawan, thanks for comment in my blog. in saudi i find extreme weather. if not too hot, i have to face coolest weather and vice versa. it is terrible for me.

    yes, in the people memory who never go here, saudi's brand is quite good. but for those who ever go here,( including me) everything is different. not so good as before.

    you know, i am still afraid to talk about my life here. here, freedom to express is still haram, because it will be regarded as threat. so i chose not no speak freely about this country where i live now.

    i am happy that Indonesia is having freedom, where we can speak up as we want. no more intimidation as before. but i am sad that the our economy is so bad that the people of the country tend to go abroad to try their luck.

    oya, what about your life in Indonesia Jakarta, ? you are still jomblo? heheh..i hope one day you find the right one in the right place. so dont worry so much. just enjoy the life.
    ahmad

    BalasHapus