Retakan Rekahan

Akhirnya retakan rekahan itu datang
sama seperti dahulu,
lalu,
dan lampau..
berulang yang kesekian kali
mengejarku tanpa ampun
keseluruh penjuru akal budi
dan beban yang menggantung hebat

Otakku bisu,
wajahku beku
lidahku nyinyir
dan mataku terpejam
Tapi ia lewat tanpa permisi
bagaikan aliran darah yang menerobos
masuk ke bilik kanan jantung
Aku tersedak

retakan rekahan keberadaan
retakan rekahan kesunyian
retakan rekahan kegelisahan
retakan rekahan kegetiran
retakan rekahan kemarahan
retakan rekahan hitam, galap dan malam

Dan kini ku meringkuk
tunduk,
terasing di pojokan
tanganku berjamahan
tumitku melesak kedalam
jiwaku mengerdil
Aku membiru...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar